II ajarankah ini ??

1. Berbuat licik & tipudaya ( 2 kornitus 12:16)
2 Berdusta atas nama Tuhan (Rom 3:7).
3. Ajaran memperbudak orang (Imamat 25:46)
4 Anjuran minum-minuman keras ( 1 timotius 5:23 & Amsal 31:6-7), Yesus membuat anggur di sebuah
pesta (Yohanes 2:7-11), bandingkan dgn Efesus 5:18 dan Hosea 4:11.
5. Teladan Onanisme (Kej 38:8-9)
6. Merendahkan martabat perempuan
a. anak perempuan boleh dijual (kel 21:7)
b. perempuan tak sopan bila ia bicara dlm jemaat ( 1korn 14:34-35)

—————
“Saya akan memanjat pohon palem” :

“Lihatlah, cantik engkau, manisku
bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi .. ..
buah dadamu seperti anak rusa ….
Lingkar pahamu seperti permata ….
… Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem …
Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. “(Injil – Kidung Agung 4: 1-7).

l. Hubungan Seks Antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya: Malam-malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah mereka yang mabuk dan men-dapatkan anak darinya. (Injil – Kejadian 19: 30-36).

2. Anaklaki laki Berhubungan Dengan Ibunya: Ruben anak laki-laki tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan istri ayahnya dan Israel (nama lain Yakub) mendengarnya. Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak memberikan sebuah kata celaan pun kepadanya. (Injil-Kejadian 35: 22).

3. Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya: Dia dengan segera menjadi hamil dan memberikan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya. (Injil -Kejadian 38: 15-30).

4. Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara Perempuannya: “Seorang anak laki-laki yang mulia dari seorang ayah yang mulia” berdasarkan Injil yang “Suci”, Amnon dengan sebuah tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan Tuhan tidak menghukum atau menegurnya. (Injil – 2 Samuel 13: 5-14)

5. Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’ (Injil – 2 Samuel 16: 21-23).

6. Yerusalem (Orang Yahudi) [*] Yang Tidak Pernah Puas Tidak bangsa Asyur, Babylonia atau Mesir pernah dapat memuaskan [*] Yahudi tersebut. [*]-[*] lain dibayar oleh klien mereka atas pelayanan yang diberikan tetapi [*] ini membayar klien mereka agar dilayani. “Dia membentangkan kakinya untuk setiap orang yang lewat!” (Injil – Yehezkiel 16: 23-24).

7. Dua Orang Perempuan Bersaudara Berkompetisi Satu Sama Lain Dalam Prostitusi. “Bagi kegemarannya terhadap kekasih-kekasihnya yang auratnya seperti aurat keledai dan emisinya seperti emisi kuda.” (Injil – Yehezkiel 23: 1-35)

Jika cuplikan kecil ini tidak memuaskan Anda, maka bukalah pasal-pasal dan ayat-yat Injil berikut ini di rumah. Jangan lupa untuk menandainya dengan warna merah agar mudah dijadikan referensi.
(a) “Dia memegang dan menciumnya ….
“Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, ….” (Injil – Amsal 7: 7-22)

(b) Berkata wanita tersebut: “Rajaku sedang berbaring di dipannya…. ”
‘Kekasihku mempunyai penciuman dari Myrrh sewaktu dia berbaring pada buah dadaku “. ( Injil – Kidung Agung 1: 12-13).

(c) Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku.
“… ketika saya menemuinya … Kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke kamar di mana aku lahir.” (Injil – Kidung Agung 3: 1-4)

(d) “Lihatlah, cantik engkau, manisku
bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi .. ..
buah dadamu seperti anak rusa ….
Lingkar pahamu seperti permata ….
… Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem …
Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. “(Injil – Kidung Agung 4: 1-7).

(e) “Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya (melakukan hubungan seksual dengannya). “(Injil – Hakim-hakim 16: 1).

————————-

Dalam Alkitab, Allah tidak hanya menyingkapkan kebaikan semua nabi-nabiNya dan hamba-hambaNya, tetapi juga kejahatan dan kesalahan mereka agar kita dapat belajar dari kesalahan itu dan tidak melakukannya.

parto: adakah ahli pisikologi dan sosiologi di FDAA yg dapat menjelaskan benar/tidaknya sebuah kitab menjelaskan (secara mendetail) hal2 yg tdk baik apalagi ttg perzinahan.

ini perkataan beberapa ahli di luar FDAA :

George Bernard Shaw, pemikir dan dramawan besar Inggris, sewaktu membaca Kitab Suci Injil dengan teliti mengatakan bahwa kitab tersebut adalah “Kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaan ter-kunci: larang anak-anak Anda membacanya.”

Dan majalah The Plain Truth, sebuah terbitan “World Church of Tomorrow,” dalam salah satu artikelnya mengatakan, “Banyak badan sensor akan memberi Injil rating X.”

sekarang kita bandingkan dengan kitab suci Al Quran dalam hal perzinahan :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(Qs 17:32)

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.”(Qs 24:4)

Jujurlah, “Mana yg pantas dikatakan kitab suci?”

“Pohon yg baik akan memiliki buah yg baik” — mudah2 anda setuju dengan statement saya ini — dan bandingkanlah :

Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perempuannya:”Dia dengan segera menjadi hamil dan memberikan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya. (Injil -Kejadian 38: 15-30).

——————————–

Suatu ajaran itu bisa dikatakan benar bila tidak bertentangan dengan moral,akal dan dapat diuji secara ilmiah. Contoh kecil saja, Ajaran “Berdusta demi kemuliaan Tuhan” yg dikatakan Paulus dalam surat2nya di PB tidak dibenarkan secara moral,akal apalagi secara ilmiah.
———
Tambahan, Paulus mengajarkan juga bahwa semakin dosa berlimpah,maka karunia Tuhan semakin melimpah ruah. Inilah suratnya;
“Dan dimana dosa bertambah banyak, disana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah (Roma 5:20)”

————

%d bloggers like this: